Pendidikan Islam Sebagai Paradigma Pembebasan Tinjauan Normatif Filosofis
Pendidikan Islam Sebagai Paradigma Pembebasan Tinjauan Normatif Filosofis. Seperti yang telah disinggung pada makalah sebelumnya, secara filosofis, pendidikan islam diartikan sebagai pendidikan yang berparadigma kesemestaan yaitu terciptanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan kealaman secara integratif dalam rangka humanisasi dan liberalisasi manusia agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai khalifah di bumi sebagai bentuk pengabdiannya kepada Allah dan sesama manusia. Integralisasi, yaitu pemaduan antara ilmu-ilmu wahyu dan temuan-temuan manusia.
Pendidikan agama Islam yang berkembang selama ini terus menerus berjalan hingga sampai di Indonesia, sebagaimana juga di dunia muslim pada umumnya, merupakan warisan dari pendidikan agama Islam periode klasik Untuk mewujudkan pendidikan pembebasan hendaknya kita menegasikan sisi pendidikan yang bersifat deskriptif di gantikan dengan bersifat dialogik-transformatif.
Pendidikan Islam sebagai praktek pembebasan mendasarkan pada instrumen akal budi manusia sebagai paradigma pembebasan, dimana pendidkan Islam diartikan sebagai proses penyadaran diri (konsientasi) realitas objektif dan aktual, serta mengakui eksistensi manuasia sebagai individu yang bebas dan memiliki jati diri.
Islam sesungguhnya telah memiliki konsep dasar filosofis Pendidikan Islam yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yaitu berupaal-Kitab (al-Qur'an) dan al-Hikmah (al-Sunnah). Filsafat Ilmu Pendidikan Islam Untuk memahami Sub bahasan Filsafat ilmu pendidikan Islam ini dapat didekati dari permasalahan pokok tentang apa itu filsafat, filsafat ilmu, dan pendidikan Islam. Telah diketahui bahwa filsafat merupakan disiplin dan sistem pemikiran tentang enam jenis persoalan berhubungan dengan hal ada, pengetahuan, metode. nyata dari Islam sebagai agama pembebasan.


Komentar
Posting Komentar